Home / Berita / SEMINAR FKIP: PROBLEMATIKA IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013

SEMINAR FKIP: PROBLEMATIKA IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013

a

Malang– Penerapan kurikulum 2013 telah berjalan dibeberapa sekolah. Akan tetapi, masih banya problematika dalam implementasinya.. Oleh karena itu, sebagai wujud agenda tahunan dan eksistensi serta sarana sosialisai, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan kembali mengadakan seminar nasional dengan tema “Problematika Implementasi  Kurikulum 2013” pada 22 Maret 2014 di Aula gedung Pascasarjana Universitas Wisnuwardhana Malang. Kegiatan seminar nasional yang dihadiri oleh sekitar 200 peserta ini menghadirkan beberapa narasumber, antara lain Prof. Dr. H. Suko Wiyono, S.H. M.H. (Rektor Unidha Malang), Prof. Dr. Supriyono, M.Pd. (Guru Besar UM), dan Drs. H. Tri Suharto, M.Pd.

Pada materi pertama, Prof. Dr. Supriyono, M.Pd menyampaikan bahwa masih banyak pro dan kontra terhadap Kurikulum 2013. Namun demikian terlepas dari pro dan kontra tersebut ada beberapa hal menarik yang bisa disimak dari sensasi peluncuran kurikulum baru tersebut. Salah satunya adalah reposisi atau revitalisasi peran guru yang makin dipertegas dalam Kurikulum 2013 terebut.

“Guru adalah kunci keberhasilan implementasi Kurikulum 2013, bahkan secara konseptual pun peran guru adalah kunci keberhasilan pembelajaran dan pendidikan.” ucap Supriyono. Menurutnya sebagus apapun kurikulum disusun, semegah apa pun sarana dan prasarana dibangun, secanggih apapun media dan bahan belajar disiapkan, dan seberapa besar anggaran yang disediakan, tanpa penguatan kapasitas dan kinerja para guru semuanya tidak akan bermanfaat secara optimal. Bahkan bisa menjadi kesia-siaan belaka.

Pada materi kedua, Drs. H. Tri Suharto, M.Pd.  menyebutkan problematika tersebut terdapat dalam beberapa aspek. Salah satunya adalah keterbatasan buku yang baru tersedia tiga mata pelajaran yaitu matematika wajib, bahasa Indonesia wajib dan sejarah Indonesia wajib. Guru yang dilatih pun baru sebagian. “Kepala sekolah atau guru sebenarnya sudah paham terhadap struktur kurikulum dan proses peminatan, lintas minat dan pendalaman minat. Namun, proses peminatan dan lintas minat memerlukan waktu yang cukup lama kurang lebih satu bulan. Selain itu siswa di beberapa sekolah cenderung memilih MIA dan tidak semua siswa terlayani sesuai dengan pilihan minat dan maple lintas minat” kata Tri.  Demikian juga tentang RPP, kemampuan guru dalam hal ini belum merata. Apalagi dalam pelaksanaan pembelajaran, pada kegiatan inti belum semua guru melaksanakan pendekatan saintifik (5M) secara benar terutama terkait dengan menanya, mengumpulkan informasi dan mengolah informasi.

Hal senada juga disampaikan oleh Prof. Dr. Suko Wiyono S.H., M.H. pada materi ketiga. Beliau menyampaikan tentang perlunya pemerintah pusat dan pemerintah daerah segera mensosialisasikan Kurikulum 2013 di seluruh pelosok tanah air. Penyiapan guru dengan mengadakan pelatihan dan pendidikan agar para guru siap melaksanakan kurikulum 2013. Melengkapi semua fasilitas sekolah dalam rangka mendukung penerapan kurikulum 2013.. (ron/red)